Kamis, 22 Oktober 2015

AKU LELAH, TUHAN

AKU LELAH, TUHAN
pagi...
hari ini aku terbangun dengan sedikit pandangan yang kabur.
entahlah, mungkin karena efek minum obat semalam
bukan karena sakit aku minum obat, tapi karena mata yang benar-benar ngak bisa terpejam kalau suasana gelap
iya, aku memang bilang aku punya matahari besar yang selalu menyinariku tiap saat
tapi, semua tahu bukan bahwa matahari ngak akan mungkin bersinar dimalam hari.
begitu juga orang yang ku sebut matahari itu
tak seperti semestaku dulu, yang selalu memberi warna di siang dan malamku, :')
huft
semalam, pertengkaran hebat kembali terjadi anatara aku dengan dia
masalah sepele, tapi masalah ini terus berlanjuut sampai rasanya aku sudah muak dengan semua
kau fikirkanlah.
kerja 24 jam ngak bisa di ganggu
waktu lagi libur, waktu lagi ngak dinas, setengah hari full aku ngebiarin dia istirahat
terus berharap malamnya ada sedikit waktu buat nemenin aku
tapi apa?
bukannya menemaniku, bukannya mengerti ketakutanku, dia malam cuek dan acuh ntah bagaimana
kau fikirkanlah,
kurang kuat apa lagi aku bertahan dan memperjuangkan orang seperti dia?
sebentar dia memberiku warna dan angin surga
lalu kemudia dengan caranya dia bawa aku ke neraka dengan membunuhku perlahan karena sikapnya
TUHAN
aku pernah mengadu bukan? bahwa, TOLONG berikan yang terbaik selagi semua belum terlambat
apabila kau tak bisa membuatku menyatu dengan semestaku yang dahulu,
tolong ubah matahariku menjadi semesta baruku...
AKU LELAH, TUHAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar